Sukie das Handy.

Ini dapat timpukan dari Ambu. *elus-elus kepala*
Sebagai teman yang baik, imut, lucu, manis, tentunya saya nggak tega untuk membiarkan lemparan Ambu meleset…

10 Hal tentang Sukie:

  1. Sukie adalah ponselku yang ke…eh, entahlah. Tapi yang pasti, bukan yang pertama dan juga sepertinya bukan yang terakhir. Sebuah T610 warna merah bercampur hitam, warna kesukaanku. Belinya tanggal 4 September 2003, nggak sengaja barengan sama ultahnya suami
  2. Kebetulan sudah bisa 3 G, walaupun jarang sekali dipergunakan. Terakhir nyoba ngirim lagu ke handy-nya mertua, tapi gagal. Terakhir motret…entah kapan. Terakhir GPRS juga saat masih di Indonesia (itu kalau ngikutin standar 3G a la Ambu, hihihi)
  3. Wallpaper-nya masih belum diganti. Masih foto dari fotobox di Ciwalk barwolpeper.jpgeng suami (waktu itu statusnya masih pacar, hehehe). Pas lihat wallpaper-nya Ambu, langsung pengen ganti yang sama sih, tapi entah kenapa…rasanya males. Lagian, yang sekarang juga udah cakep kok, warnanya pas sama ponselnya, hehehe
  4. Nomornya sama sekali nggak cantik, lha orang nggak bisa milih. Baru tahu nomor juga setelah dibeli. Jadi benar-benar dirahasiakan gitu deh. Mungkin nanti kalau ganti ponsel, sekalian pindah ke Base aja deh (masih di provider yang sama) dan minta nomor yang mirip sama nomor Micha, biar gampang ingat karena cuma nambah satu angka dari nomor telepon rumah (sampai sekarang, aku nggak ingat nomorku sendiri!)
  5. Yang terakhir SMS: Bunda Dian, yang ngabarin tentang gempa. Hihihi, lama banget ya? Nggak ada yang niat sms aku sih… *curhat colongan*
  6. Spesifikasi? Aduh, males banget deh. Coba tolong di-google saja. :-D
  7. Hampir selalu menyala. Kecuali kalau kehabisan batere, tentunya. Tapi selalu banyak sms yang telat dibaca dan juga panggilan tak terjawab. Bukannya sombong, tapi saya memang nggak suka nenteng ponsel ke mana-mana (kecuali saat Micha sedang ke luar kota atau ke luar negeri), jadi ya biasanya ninggalin ponsel entah di mana
  8. Sukanya ditaruh di tas, karena err…lebih suka tangannya si Cinta ada di saku belakang celana, hihihi. *centil*
    Parahnya, sering lupa mindahin ke tas yang lain, atau mengeluarkannya dari tas. Kalau lagi nggak di dalam tas, biasanya tergeletak di meja. Tapi entah di meja yang mana. Kalau nggak di meja ruang makan, ya di meja ruang tengah, atau di meja tulis di kamar tamu
  9. Kalau sepi-sepi aja, batere bisa tahan nyaris 1 minggu. Sudah dibuktikan saat perjalanan dari Austria ke Swiss, padahal naik gunung segala (baterenya jadi cepat habis karena pengaruh sinyal yang wajib dicari-cari, bukan karena aku nyuruh ponselku jalan sendiri. Aku nggak setega itu terhadap Sukie!)
  10. Sama seperti Ambu, saya suka nyatet hal-hal penting di Unsent. Jadinya ya suka penuh deh, walaupun udah gitu sih biasanya aku pindahin ke folder yang lebih aman, hehehe. Itu lho, yang pakai password segala. Iya, si Sukie biarpun udah tua, tapi udah lumayan canggih. Aku juga suka banget nyimpan sms-sms ‘manis’.

Ah, udah 10!

Sekarang saya harus nimpuk lagi ya? Err, siapa ya?

Nimpuk Micha, percuma aja karena dia nggak doyan hal ginian (lagian juga aku bisa deh jawabin buat dia). Lagian ke suami sendiri kan nggak boleh nimpuk ya? *usap-usap*

Err…ya sudahlah, saya nimpuk yang namanya tercantum di atas: Bunda Dian. Ditambah lagi: Ron, Adis, dan Jeffry.
Lalu…enam kali, aku balas nimpuk Ambu. Hihihi…

*kabur*

Back to Homepage

4 Antworten auf “Sukie das Handy.”

  1. endhoot sagt:

    6 + 10 = 16

    waaaa…. kena timpuk Joan…
    hhmm… gpp deh, itung2 nulis lagi di blog, dah lama banget nih ga nge-blog.. hihiihih
    *muach Joan*

  2. adis sagt:

    *elus-elus kepala yang benjol kena timpukan Joan*
    assikkk ada bahan blog!!

  3. Jeffry sagt:

    euhh..kalo abis ditimpuk, emang harus ngapain sih?

    *garuk2 kelapa*

  4. PriyayiSae sagt:

    weh… aq jg kena PR HP, kl ditelusuri sumber jg lewat kamu :(

Antwort schreiben