Holiday Park
Hari Jumat Agung yang lalu (06.04.07), kami rame-rame pergi ke Holiday Park di Haßloch, nonton atraksi terbaru di sana, Laser Show yang proyek musiknya digarap Christian.
Ya selain nonton, tentunya buat main lah. Ini kan pertama kalinya selama aku di Jerman, pergi ke taman hiburan, hehehe. Itung-itung curi start dari Bunda Endhoot dan para Gajah lainnya yang berencana mau main ke TMII, hehehe.
Atraksi pertama yang Micha, aku, dan Ambrosi coba itu Free Fall. Keren, deh. Kami duduk, lalu dibawa ke ketinggian 70 meter, lalu ya dijatuhkan begitu saja, sampai 10 meter terakhir baru direm. Wah, karena kaki nggak menginjak apa pun, rasanya benar-benar gila. Tapi asyik! Itung-itung latihan buat terjun bebas dengan parasut, hehehe….
Selanjutnya ya nonton Laser Show. Judulnya “Amaceon”. Keren, lho! Ceritanya sih ya standar, tentang penciptaan bumi (nggak ada hubungannya sama agama, tapi lebih ke mother earth), tapi lasernya itu keren, dipadu dengan air beneran, keren! Ada kalanya aku berasa berenang di dalam lautan, ada kalanya berasa terbang dikelilingi awan. Dan musiknya juga oke dong! Bangga pas di kredit muncul nama Christian Vaida, plus juga nama kota kami tercinta, hihihi.
Karena kami bawa Silvian yang berusia 4 tahun, dan juga seorang bayi imut, jadi ya nggak terlalu bebas gitu deh buat keluyuran. Apalagi Silvian lumayan lengket ke aku, jadi ya sadar nggak sadar, mau nggak mau, ngasuh Silvi, hehehe. Plus juga keuangan terbatas, demi liburan ke Belanda. Jadi ya nggak jadi foto-foto pakai baju kuno (bayarnya mahal, 12,50 €).
Makan siang juga, Micha dan aku bawa bekal (sosis enak dari daging unggas, cocok deh buat oleh-oleh untuk Bunda, hihihi) sama roti. Ambrosi pesan Chinapfanne, yang katanya enak banget. Gyros-nya juga oke, menurut pengakuan Steffen sih. Silvi juga suka sama kentang gorengnya. Overall, makanannya oke, harga pun standar.
Terus ya main arung jeram. Steffen dipaksa ikut, walaupun dia benci banget sama yang namanya atraksi yang bikin jantung deg-degan (padahal dia nggak mengidap sakit jantung, ataupun hamil, hehehe). Lucu deh, begitu keciprat air dikiiit, dia langsung ngomel-ngomel dan nutupin celananya yang terkena percikan air, hahaha.
Atraksi selanjutnya ya naik roller coaster mini. Di Holiday Park ada dua macam roller coaster. Ada yang gede, dan ada yang mini. Berhubung yang gede itu 5,5 kali Gravitasi dan tingginya nggak kira-kira, plus kemiringannya juga nyaris 45° gitu, aku dan Micha mikir sejuta kali deh buat naik itu. Mungkin ntar-ntar deh, kalau bareng Deden.
Roller coaster mini aja udah asyik, cukup bikin teriak-teriak. Nggak tahu berapa kali Gravitasi, mungkin cuma 3 kali doang.
Ambrosi yang merasa nggak puas dengan roller coaster mini, nekad mencoba roller coaster yang gede. Hehehe, bisa diduga, dia kelenger. Nggak pingsan sih, tapi jalannya jadi nggak keruan, hehehe.
Atraksi terakhir yang aku dan Micha mainkan itu ya Teufelsfässer, di Dufan juga ada. Itu lho, yang kayak perahu kayu, terus mirip roller coaster, tapi juga basah-basahan sama air. Rame, dan juga tinggi pas jatuhnya. Tapi asyik. Ada juga foto otomatis, pas di terjunan pertama. Lumayan, kami beli sebagai cenderamata.
Nggak kerasa, udah sore lagi, jam 5. Harus segera berangkat supaya pulang ke rumah nggak terlalu malam. Overall, tiket rombongan seharga 19,50 € per orang itu worthed.
Ayo, para Gajah, main ke sini aja!
13.4.2007 bei 09:06
7 + 6 = 13
wah, curi start!!!
ga mao naek jet coaster yang gede, mao sosis(halal)nya ajah!!
13.4.2007 bei 11:29
halahhhh…
jauhhh