Sie befinden sich aktuell in den Archiven des Blogs Yoan’s Babbles für Oktober, 2007.
- Allgemein (12)
Archive für Oktober 2007
Kok Baru Sekarang?
25.10.2007 von admin.
Buatku, menyimpan berita gembira itu sulit banget. Sampai sejauh ini, baru akhirnya mengumumkan kehadirannya secara terbuka, itu sebuah perjuangan berat, hehehe.
Kenapa harus menunggu? Karena kami ingin “aman”. Kehamilan di bawah tiga bulan lumayan riskan, makanya kami menunggu sampai akhir trimester pertama ini, dan juga pendapat dokter yang menyatakan Baby dalam keadaan baik-baik saja. Doain ya, supaya Baby bisa lahir dengan selamat dan sehat.
Aku bisa dibilang agak khawatir sih, apalagi karena saat kami belum tahu kalau aku mengandung, aku sempat-sempatnya jatuh dari sepeda. Ditambah lagi nyokapku kan termasuk orang yang parno (maaf ya, Ma, tapi memang gitu kok, hihihi. Eh iya, jangan ngambek ya, paket tetap dikirim ya… *dijitak*), suka cerita pengalaman-pengalaman buruk teman-temannya gitu.
Ya intinya, Baby ini merupakan sebuah kejutan. Saat terakhir main ke rumah Susi pun, awal bulan September kemarin, aku masih belum nyadar. Makanya pas ditanya kapan punya bayi, aku jawabnya pun dengan becanda (sambil sebal), “Masih latihan.”
Walaupun Micha udah dari akhir bulan Agustus curiga, tapi aku nggak. Sempat bingung sih sama kondisi tubuhku yang ‘beda’. Sempat kros cek ke Dian Ina tentang PMS, dan hasilnya ya aku yakin kalau aku ini kena PMS.
Curiga lagi pas tiap pagi kok mual… Hoek-hoek gitu. Tapi kirain ya masuk angin. Sempat kepikiran juga ini kelanjutan flu pertengahan bulan Agustus. Pas mualnya nggak sembuh-sembuh, malah kena maag pula tiap malam, akhirnya aku memutuskan untuk cek pakai Sensitif kiriman nyokap. Kata Golda sih, Sensitif bisa mendeteksi kehamilan sejak 1 minggu setelah pembuahan. Hasilnya…negatif.
Micha sempat nuduh kalau Sensitif nggak oke, apalagi pas tahu aku bahkan udah nyoba dua (pada pagi yang berbeda, tentunya), sampai akhirnya dia maksa aku untuk ke dokter. Pertama, bikin janji ke dokter umum, lalu dua hari kemudian ke dokter kandungan karena perut bawahku juga rasanya aneh.
Dari dokter umum, hasil darahku nggak menunjukkan hal-hal yang mencurigakan.
Tepat satu hari setelah Micha ultah, aku pun pergi ke dokter kandungan dan dinyatakan positif. Wah, nggak nyangka banget. Sempat linglung, walaupun nggak sampai jadi profesor (halah!). Sempat bingung juga. Tapi kami sangat bahagia, begitu juga dengan para ortu dan anggota keluarga besar kami, dan beberapa orang terdekat kami.
Syukur juga…aku nggak merasakan morning sickness yang dahsyat. Cuma hoek-hoek aja, itu pun masih tertahankan lah. Muntah pun sangat jarang, dan nggak pernah ada isinya (bayinya ogah kali ya, makanan jatah dia terbuang percuma, hihihi).
Perubahan sih udah pasti ada. Timbanganku udah naik 3,3 kg, sebagai contohnya (tapi kata dokter masih masuk BMI normal, jadi nggak perlu khawatir). Udah mulai suka ngembat T-shirt-nya Micha. Perut juga udah buncit membesar. Aku yang tadinya gila sama sosis dan segala macam ham gitu, mendadak jadi nggak suka. Dan yang paling parah, aku BENCI BANGET sama…err…salah satu bumbu masak. Tapi kata Micha sih…aku tambah cantik, hahaha.
Eh iya, aku juga jadi mudah banget nangis. Dengerin lagu yang romantis atau sedih dikit aja udah langsung sesegukan.
Yang terindah dari semuanya…adalah saat kami melihat betapa cepatnya Baby berkembang. Dari foto pertama yang hanya tampak kantongnya aja (pas 5 minggu), lalu tampak seperti kacang (7 minggu), dan kemudian hingga terlihat begitu luar biasa. Kami cuma bisa bersyukur kepada Tuhan, dan Baby membuat kami semakin tersadar akan kuasa dan hebatnya Ia…
Geschrieben in Allgemein | 21 Kommentare »